GURU DALAM KONTEKS MENDIDIK

Kualitas guru harus di tingkatkan melalui program pendidikan guru. Mereka yang sudah menjadi guru harus di bina Dan di kembangkan potensi kependidikannya agar selalu bertumbuh dalam jabatannya. Pertumbuhan jabatan guru harus di kaitkan dengan peningkatan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar di lihat dalam konteks pendidikan sebagai suatau proses kemanusiaan manusia.

Belajar mengajar tidak di lihat hanya sebagai suatu proses alih ilmu pengetahuan tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai proses pemanusiaan manusia. UUD 1945 mengamatkan mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Guru sebagai pendidik memberikan pengaruh terhadap subjek didik. Dengan demikian bahasan tentang guru selalu di lihat dalam konteks mendidik.

  1. 1.      Hakikat Mendidik

Mendidik adalah suatu usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran Dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang ( UUD RI No 2 Tahun 1989 :2 )

Tidak di kemukakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang sengaja di rancangkan untuk mencapai tujuan. Bagi bangsa Indonesia hakikat sesuai dengan pandangan filsafat tentang manusia, yaitu manusia pancasila. Pandangan filsafat yang memungkinkan suatu perbuatan mendidik dapat dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Pendidik harus mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang percaya Dan takwa serta beriman kepada Tuhan yang maha esa. Pendidik harus mampu memberikan kebebasan agar manusia mengembangkan apa yang di berikan Tuhan secara bertanggung jawab.
  2. Pendidikan dapat berlangsung bila manusia di akui sebagai makhluk susila. Pendidikan bertugas membina kemampuan untuk membuat pilihan nilai baik berdasarkan akal, Dan hati nurani.
  3. Manusia sebagai makhluk sosial, maka pendidikan harus mengakui aspek sosial manusia. Dengan demikian pendidikan adalah suatu proses sosialisasi nilai-nilai hidup.
  4. Manusia sebagai makhluk individu. Itu berarti pendidikan harus mengakui kebebasan individu dalam batasan keterkaitan.
  5. Manusia sebagai makhluk sosial etis ingin di perlukan Dan memperlakukan manusia secara sama. Perlakuan yang sama berarti memperlakukan manusia secara adil.
  6. 2.      Arti Mendidik

Mendidik adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengalaman Dan atau pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang. ( UU RI No 2 Tahun 1989 )

Berdasarkan definisi yang di kembangkan di atas dapat di identifikasikan komponen pendidikan sebagai berikut.

a)      Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan dapat di capai melalui proses pendidikan Dan pengajaran. Ada yang merumuskan tujuan  pendidikan dengan berorentasi  pada  kebutuhan subyek didik. Kebutuhan itu di nyatakan sebagai berikut.:

-         Semua peserta didik memerlukan pengembangan Dan pemilihan kesehatan jasmani, mental, Dan rohani.

-         Semua peserta didik memerlukan ketawaan, keimanan, Dan budi pekerti yang baik.

b)      Subyek Didik

Nilai kemanusiaan sebagai individu, sebagai makhluk sosial yang mempunyai identitas moral, harus di kembangkan untuk memcapai tingkatan optimal Dan criteria kehidupan sebagai manusia, warga Negara yang di harapkan.

Secara teoritas subjek didik di lihat sebagai seseorang yang harus mengembangkan diri pada sisi lain ia memperoleh pengaruh, bantuan yang memungkinkan ia mampu berdiri sendiri atau bertanggung jawab sendiri.

c)      Pendidik

Pendidika adalah orang yang di serahi tanggung jawab mendidik. Orang tua adalah pendidik kodrati. Ayah Dan ibu mempunyai tanggung jawab secara kodrati. Tugas orang tua adalah mendidik anak-anaknya, oleh karenanya itu merupakan sebagian dari tugas didik, misalnya mengajar tidak dapat di laksanakan orang tua maka sekolah sebagai lembaga formal di serahi tanggung jawab untuk mendidik.

d)      Alat Dan Faktor Pendidik

Alat pendidikan adalah segala usaha yang dengan sengaja di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikann, misalnya pengajaran, tata tertib, disiplin Dan segala tindakan yang di gunakan dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

e)      Lingkungan Pendidikan

Lingkungan Dan subyek didik berada situasi pendidikan. Situasi seperti itu di sebut situasi didik. Keterlibatan pendidik Dan subyek  di batasi oleh ruang Dan waktu. Lingkungan pendidikan punya pengaruh besar terhadap pendidikan.

Setiap guru perlu melihat dengan jelas tujuan-tujuan yang hendak di capai melalui kegiatan pendidikan. Ia harus tahu ke arah mana subjek didik itu harus di bawa.

Kelima komponen-komponen di atas tersebut merupakan komponen yang sangat perlu di  pahami oleh setiap guru pengajar Dan pendidik.

  1. 3.      Hakikat Guru Pendidik Dan Pengajar

Guru adalah pembimbing, pengajar Dan pelatih. Sebaiknya tugas guru tidak hanya bersifat mengajar saja tetapi harus di pahami dalam makna yang lebih luas lagi.

  • Bagian ini membahas guru sebagai pengajar Dan guru sebagai pendidik.

-         Guru sebagai pengajar Dan pelatihan ( pendidik )

Sebagai guru ia menyampaikan materi pelajaran atau dengan istilah komunikasi. Guru mengomunikasikan pesan-pesan materi pelajaran. Tetapi juga harus menanamkan konsep berpikir melalui pelajaran yang di berikan.

-         Guru sebagai pembimbing

Sebagai subyek mempunyai pribadi yang unik. Masing-masing punya ciri Dan sifat bawaan serta latar belakang kehidupan. Guru pada saat mengajar juga bertindak sebagai pembimbing yang dapat menolong siswa agar mampu menolong dirinya sendiri. Disinilah letak guru sebagai pembimbimg.

-         Guru bukan hanya mengajar, pelatihan Dan pembimbingan tetapi juga sebagai cermin tempat subjek didik dapat  berkata. Guru memberikan contoh Dan menjadi contoh. Guru mampu menjadi orang yang dapat mengerti diri siswa dengan segala problemnya. Guru juga harus punya wibawa sehingga siswa enggan terhadapnya. Hakikat guru pendidik ialah bahwa ia di gugu Dan di tiru.[1]


[1] Sahertian.Piet.A, Profil Pendidik Profesional, (Yogyakarta : Andi Offset, 1994), 1-10

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s