Membaca ayat-ayat Alqur’an yang Menjelaskan sifat-sifat Allah SWT

  1. A.     Ayat – ayat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT

 

  1. Wujud Surat Al A’raf Ayat 5
  2. Qidam Surat Al Hadid Ayat
  3. Baqo’ Surat Ar Rahman ayat 26-27
  4. Mukhalafatul lilhawadist Surat As Syura Ayat 11
  5. Qiyamuhu Binafsihi Surat Al-Isro’ Ayat 111
  6. Wahdaniyah Surat Al Ikhlas Ayat 1-4
  7. Qudrah Surat Al baqarah ayat 20
  8. Iradah Surat Yasin Ayat 82
  9. Ilmu Surat Al Mujadilah Ayat 7
  10. HayatSurat Al Baqoroh Ayat 225
  11. Sama’ Surat An Nisa’ Ayat 148
  12. Bashar Al An’am Ayat 103
  13. Kalam Surat An NIsa’ ayat 164[1]

 

  1. B.     Menyebutkan Arti Ayat-ayat Al-Qur’an Yang Berkaitan Dengan Sifat-Sifat Allah

Allah itu mempunyai sifat-sifat yang oleh para ulama’ di bagi menjadi tiga yaitu sifat Wajib, Sifat Mustahil, dan sifat Jaiz.

  1. Wujud artinya Allah maha ada, dan mustahil Allah tidak ada( adam ) Dengan perantara akal sehat, Kita akan membenarkan bahwa alam semesta dengan segala isinya pasti ada yang membuat, Dialah Allah SWT. Seperti firman Allah.

žcÎ) ãNä3­/u‘ ª!$# “Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ’Îû Ïp­Gř 5Q$­ƒr& §NèO 3“uqtGó™$# ’n?tã ĸóyêø9$# ÓÅ´øóムŸ@ø‹©9$# u‘$pk¨]9$# ¼çmç7è=ôÜtƒ $ZWÏWym }§ôJ¤±9$#ur tyJs)ø9$#ur tPqàf‘Z9$#ur ¤Nºt¤‚|¡ãB ÿ¾Ín͐öDr’Î/ 3 Ÿwr& ã&s! ß,ù=sƒø:$# âöDF{$#ur 3 x8u‘$t6s? ª!$# >u‘ tûüÏHs>»yèø9$

Artinya : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.     ( Q.S Al-A’raf ayat 54)

  1. Qidam Artinya Allah maha terdahulu, dan muhal Allah itu baru             ( Huduts). Maksudnya adanya Allah yang paling awal sebelum adanya alam semesta, adanya Allah berbeda dengan adanya alam semesta. Allah  seperti firman Allah

uqèd ãA¨rF{$# ãÅzFy$#ur ãÎg»©à9$#ur ß`ÏÛ$t7ø9$#ur ( uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÌÈ

Artinya : Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.( Q.S Al Hadid Ayat 3 )

 

  1. Baqa’ yang berarti Allah maha kekal dan mustahil allah itu rusak         ( Fana’ ).  Semua Makhluk seperti manusia, bintang, tumbuhan, planet dengan segala isinya, pada saatnya akan mengalami kerusakan dan kehancuran. Seperti Firman Allah

‘@ä. ô`tB $pköŽn=tæ 5b$sù ÇËÏÈ   4’s+ö7tƒur çmô_ur y7În/u‘ rèŒ È@»n=pgø:$# ÏQ#tø.M}$#ur ÇËÐÈ

Artinya : Semua yang ada di bumi itu akan binasa dan tetap kekal Dzat Tuhanmu  yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.(Ar Rahman ayat ayat 26-27)

  1. Mukhalafatul lilhawadist yang berarti Allah berbeda dengan sesuatu  yang baru dan mustahil Allah sama dengan sesuatu yang baru / mumastalatul lilhawadist artinya Allah wajib berbada dengan sesuatu yang baru yakni ciptaannya dan mustahil Allah serupa dengan ciptaannya. Seperti firman Allah

 }§øŠs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Öäï†x« ( uqèdur ßìŠÏJ¡¡9$# 玍ÅÁt7ø9$# ÇÊÊÈ

Artinya : Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.( As Syura ayat 11)

  1. Qiyamuhu Binafsihi artinya Allah itu berdiri sendiri tidak tergantung kepada yang lain dan mustahil Allah membutuhkan dari yang lain. Seperti firman Allah Surat Al isro’ ayat 111

È@è%ur ߉ôJptø:$# ¬! “Ï%©!$# óOs9 õ‹Ï‚­Gtƒ #V$s!ur óOs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! Ô7ƒÎŽŸ° ’Îû Å7ù=ßJø9$# óOs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! @’Í<ur z`ÏiB ÉeA—%!$# ( çn÷ŽÉi9x.ur #MŽÎ7õ3s? ÇÊÊÊÈ

Artinya : Dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

  1. Wahdaniyyah yang berarti Allah maha Esa dan mustahil Allah itu berbilang ( Ta’addud ) Seperti firman Allah

 

ö@è% uqèd ª!$# î‰ymr& ÇÊÈ   ª!$# ߉yJ¢Á9$# ÇËÈ   öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ô‰s9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7‰ymr& ÇÍÈ

Artinya :  Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” ( Al Ikhlas 1-4 )

  1. Qudrad yang berarti Allah maha kuasa dan mustahil Allah bersifat tidak kuasa. Kekuasaan Allah kekuasaan yang sempurna, ini karna kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang tidak terbatas. Seperti firman allah :

žcÎ) ©!$# 4’n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏ‰s% ÇËÉÈ

Artinya : Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.( Al Baqarah 20 )

  1. Iradah yang berate Allah maha berkehendak, dan mustahil Allah tidak memiliki kehendak atau terpaksa melakukan sesuatu. Kehendak Allah sesuai kemampuan Allah sendiri tanpa rasa terpaksa atau di paksa oleh pihak lain. Seperti Firman Allah

!$yJ¯RÎ) ÿ¼çnãøBr& !#sŒÎ) yŠ#u‘r& $º«ø‹x© br& tAqà)tƒ ¼çms9 `ä. ãbqä3uŠsù ÇÑËÈ

Artinya : Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.(Surat Yasin ayat 82)

  1. Ilmu yang berarti Allah maha mengetahui dan mustahil Allah itu bodoh. Segala yang ada di jalan raya ini yang kecil maupun yang besar, kelihatan maupun yang tersembunyi. Tidak ada yang terlepas dari pengetahuan Allah. Seperti firmanAllah

 ¨bÎ) ©!$# Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÐÈ

Artinya : Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.( Al Mujadilah 7)

  1. Hayat yang bearti Allah maha hidup dan mustahil. Hidupnya Allah tentu berbeda dengan hidupnya manusia atau makhluk yang lain. Perbedaan itu antara lain  :
    1. Allah hidup tanpa ada yang menghidupkan
    2. Allah hidup tidak tergantung pada yang lain
    3. Allah hidup selama-lamanya

Seperti Firman Allah :

ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPq•‹s)ø9$# 4 Ÿw ¼çnä‹è{ù’s? ×puZř Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$#

Artinya :  Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. ( Al Baqarah 255 )

  1. Sama’ yang berarti Allah maha mendengar, dan mustahil Allah itu tuli ( Shomam ). Allah maha mendengar, Pendengaran Allah tidak terbatas  dan terhalang oleh jarak ruang dan waktu. Seperti firman

* žw =Ïtä† ª!$# tôgyfø9$# Ïäþq¡9$$Î/ z`ÏB ÉAöqs)ø9$# žwÎ) `tB zOÎ=àß 4 tb%x.ur ª!$# $·è‹Ïÿxœ $¸JŠÎ=tã ÇÊÍÑÈ

Artinya : Allah tidak menyukai Ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.( An Nisa’ 148)

 

  1. Basar yang berarti Allah maha melihat, dan mustahil Allah itu Buta. Mustahil Allah buta karna Allah maha sempurna pendengarannya. Seperti Firman Allah.

¼ç¯RÎ) uqèd ßìŠÏJ¡¡9$# 玍ÅÁt7ø9$# ÇÊÈ

Artinya : Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

  1. Kalam yang berarti Allah maha berbicara/ berfirman, dan mustahil Allah itu Bisu. Bukti kalau Allah itu bersifat kalam adalah kitab-kitab Allah yang di turunkan pada nabi dan rasulnya. Seperti Firman Allah Surat An Nisa’ ayat 164

 zN¯=x.ur ª!$# 4Óy›qãB $VJŠÎ=ò6s? ÇÊÏÍÈ

Artinya : Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung

  1. Qadiran yang berarti Allah Dzat yang maha kuasa, dan mustahil allah itu tidak berdaya.
  2. Muridan yang berarti Allah itu dzat yang maha berkehendak dan mustahil allah itu dzat yang tidak memiliki daya cipta atau tidak berkehendak.
  3. Aliman yang berarti Allah itu yang maha mengetahui dan mustahil Allah itu Dzat yang bodoh.
  4. Hayyan yang berarti Allah itu dzat yang maha hidup, dan mustahil allah itu dzat yang mati.
  5. Sami’an yang berarti Allah itu dzat yang maha mendengar dam mustahil Allah itu Dzat yang tuli.
  6. Basyiran yang berarti Allah itu Dzat yang maha melihat dan mustahil Allah itu buta.
  7. Mutakalliman yang berarti Allah itu Dzat yang berbicara / berfirman dan mustahil Allah dzat yang buta.

Sedangkan sifat yang jaiz bagi Allah itu adalah :

Artinya : Boleh bagi Allah mengerjakan Sesutu atau tidak mengerjakannya[2]

  1. C.     Tanda- tanda Keberadaan Allah

Untuk membuktikan keberadaan Allah sebagai tuhan yang maha pencipta, ada dua cara yang dapat di lakukan.

  1. Dengan melakukan pencarian berdasarkan akal fikiran.
  2. Melakukan pencarian berdasarkan wahyu yang di bawa para nabi dan rasul.

ü      Pencarian tuhan berdasarkan akal fikiran

Pencarian tuhan yang maha wujud dapat di lakukan dengan memikirkan alam sekitar, tentang semua makhluk.

ü      Pencarian tuhan berdasarkan wahyu

Islam mengajarkan bahwa rasul Allah, mulai dari Nabi Adam A.S sampai Nabi Muhammad semuanya membawa risalah ketauhitan yaitu ajaran bahwa yang menciptakan, Mengurus, melindungi, bahkan menghancurkan alam semesta ini hanyalah Allah SWT. Keberadaan Allah adalah mutlak ada manusia sebagai makhliknya harus meyakini keberadaan dan menyembahnya. Firman Allah SWT. Surat Al Anam ayat 102

ãNà6Ï9ºsŒ ª!$# öNä3š/u‘ ( Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( ß,Î=»yz Èe@à2 &äó_x« çnr߉ç6ôã$$sù 4 uqèdur 4’n?tã Èe@ä. &äóÓx« ×@‹Å2ur

Artinya : (yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain dia; Pencipta segala sesuatu, Maka sembahlah dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu.

  1. D.    Perilaku yang mencerminkan keyakinan terhadap sifat-sifat Allah

 

Perilaku yang mencerminkan seseorang beriman kepada sifat-sifat Allah SWT di antaranya.

  1. Selalu berbuat kebaikan di manapun ia berada karna ia meyakini bahwa Allah itu selalu ada, tidak pernah hilang atau tiada.
  2. Selalu beristiqomah dalam beribadah kepada Allah, tidak pernah tergoda oleh ajakan-ajakan yang bisa melalaikannya.
  3. Selalu baik sangka dalam memandang berbagai persoalan terhadap orang lain.
  4. Bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan, termasuk dalam menuntut ilmu.
  5. Mencintai sesama manusia. Dia yaqin bahwa semua manusia itu sama sebagai makhluk Allah, yang membadakan hanyalah kwalitas ketaqwaannya.
  6. Selalu menolong orang yang berada dalam kesusahan. Ia yaqin bahwa manusia yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan, tidak dapat hidup tanpa pertolongan orang lain.
  7. Selalu menyadari kelemahan dan keterbatasan diri. Ia yaqin yang kuat hanyalah Allah SWT.[3]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

  1. Ayat – ayat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT adalah, Wujud Surat Al A’raf Ayat 5, Qidam Surat Al Hadid Ayat , Baqo’ Surat Ar Rahman ayat 26-27, Mukhalafatul lilhawadist Surat As Syura Ayat 11, Qiyamuhu Binafsihi Surat Al-Isro’ Ayat 111, Wahdaniyah Surat Al Ikhlas Ayat 1-4, Qudrah Surat Al baqarah ayat 20, Iradah Surat Yasin Ayat 82, Ilmu Surat Al Mujadilah Ayat 7, Hayat Surat Al Baqoroh Ayat 225, Sama’ Surat An Nisa’ Ayat 148, Bashar Al An’am Ayat 103, Kalam Surat An NIsa’ ayat 164
  2. Sifat wajib bagi Allah ada 20 yaitu Wujud, qidam, baqa’, mukhalafatub lilhawadisi, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyah, qudrah, Iradat, Ilmu, hayat, sama, basar, dan kalam.
  3. Sifat Mustahil bagi Allah ada 20 yaitu Adam, hudus, fana, mumasalatu lilhawadisi, ihtiyaju lighoirihi, ta’adus, ajzu, karahah, jahlun, maut, summum, uimyum, dan bukmun.
  4. Sifat yang membebaskan Allah SWT. Untuk berbuat atau tidak. Sifat jaiz ini ada 1 yaitu, Fi’lukulli mumkinin au tarkuhu.
  5. Untuk membuktikan keberadaan Allah sebagai tuhan yang maha pencipta, ada dua cara yang dapat di lakukan.

-         Dengan melakukan pencarian berdasarkan akal fikiran.

-         Melakukan pencarian berdasarkan wahyu yang di bawa para nabi dan rasul.

  1. Perilaku yang mencerminkan seseorang beriman kepada sifat-sifat Allah SWT di antaranya, Selalu berbuat kebaikan, Selalu beristiqomah, Selalu baik sangka, Bersungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan, Mencintai sesama manusia, dan Selalu menolong orang yang berada dalam kesusahan, Selalu menolong orang yang berada dalam kesusahan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  1. Tim Abdi Guru,  Ayo Belajar agama Islam,  Erlangga, Jakarta,  2007
  2. Hilal Suyitno, Pendidikan Agama Islam, Mediatama, Surakarta, 2003
  3. Sofwan Iskandar, Pendidikan agama islam,  Arya Duta, Kota Bogor, 2009

 


[1] Tim abdi Guru, Ayo Belajar agama Islam, ( Jakarta, Erlangga, 2007 ) Hal

[2] Hilal Suyitno, Pendidikan Agama Islam, ( Surakarta, Mediatama,2003) hal 8- 10

[3] Sofwan Iskandar, Pendidikan agama islam,  ( Kota Bogor, Arya Duta, 2009 )

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s